Langsung ke konten utama

Harga Pokok Bolang Baling





MAKALAH AKUTANSI BIAYA
                 “HARGA POKOK PRODUKSI BOLANG BALING”

Dosen Pengampu:
Drs.Aprih Santoso,MM



DISUSUN OLEH :
NAMA : DIAH RETNO WULANSARI
NIM : B.133.18.0167

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERUSAHAAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEMARANG
2019


KATA PENGANTAR

Puji Syukur Alhamdulillah,Saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya, makalah ini dapat saya selesaikan dengan tepat waktu.
Adapun pembuatan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas dalam kuliah darling pada mata kuliah AKUTANSI BIAYA oleh Dosen pengampu Bapak Drs.Aprih Santoso,MM dengan materiMenentukan Harga Pokok Produksi Bolang Baling semaksimal mungkin saya selesaikan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan bantuan dari beberapa buku referensi.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna bagi semuanya dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan bagi saya maupun para pembaca. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik dari segi kata, pengejaan maupun materi dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda  demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.








                                                                                                         Semarang,4 April 2020        
                    Penulis,                     


     Diah Retno Wulansari




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................               i
DAFTAR ISI............................................................................................................              ii
BAB I   PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang...................................................................................................              1
I.2. Rumusan Masalah.............................................................................................               1
I.3. Tujuan Penelitian................................................................................................              1
BAB II TEORI
II.1 Pengertian Metode Harga Pokok Produksi………….…....................................             2
II.2 Pengertian Harga Pokok Penjualan….................................................................             2
II.3 Manfaat Harga Pokok Produksi.….………………............................................             2
BAB III METODE PENCARIAN
III.1. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi ............................................................      3
III.2. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Full Costing dan Variable Costing...................   4
BAB IV PEMBAHASAN
IV.1. Peralatan Pembuatan Bolang- Baling........................................................................    5
IV 2. Biaya Bahan Baku…………....................................................................................     5
IV 3. Biaya Tenaga Kerja…………..................................................................................     6
IV 4. Biaya Overhead Produksi……..................................................................................   6
IV 5. Perhitungan Harga Pokok Produksi...........................................................................   6
BAB V PENUTUP
V.1. Kesimpulan......................................................................................................               7
V.2. Kritik & Saran...................................................................................................              7










BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Perusahaan merupakan wadah kegiatan para pelaku usaha yang mempunyai tujuan utama menghasilkan laba dan menjamin kelangsungan hidup usaha dimasa yang akan datang.Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha dalam meningkatkan laba,
salah satunya yaitu dengan menekan biaya produksi serendah mungkin tanpa menurunkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.
Agar tujuan tersebut dapat dicapai, maka dibutuhkan manajemen yang baik dan akuntansi sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
Pada perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, produk yang dijual adalah hasil proses yang diawali dengan pembelian bahan baku kemudian diolah menjadi produk jadi.
Untuk menentukan harga pokok produksi diperlukan suatu ketelitian dalam memperhitungkan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu unit produk secara terperinci. Hal ini sangat membantu manajemen dalam menetapkan harga jual produk tersebut. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan harus dicatat dan digolongkan secara tepat ke dalam unsur biaya produksi guna penetapan harga pokok produksi. Unsur –unsur biaya produksi tersebut adalah biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Sedangkan Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat dibebankan secara layak ke produk tertentu. Dan overhead pabrik juga disebut overhead manufaktur, beban manufaktur, atau beban pabrik-terdiri dari atas semua biaya manufaktur yang ditelusuri secara langsung ke out put tertentu.
 Overhead pabrik biasanya memasukkan semua biaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Pembebanan biaya-biaya tersebut haruslah tepat sehingga biaya yang terjadi sesuai dengan biaya yang sebenarnya. Selain itu dapat dimaksudkan untuk menekan biaya produksi perusahaan agara tepat sehingga biaya yang dikeluarkan adalah yang serendah mungkin. Kekeliruan dalam penghitungan biaya pokok produksi akan berpengaruh terhadap harga jual dan laba yang ingin dicapai perusahaan.
Pentingnya keberadaan laporan harga pokok produksi terhadap perusahaan yang sebagian besar aktivitasnya berorientasi pada proses produksi, dapat membantu perusahaan mendapatkan laba produksi yang akurat terhadap pembebanan biaya produksinya. Laba produksi tersebut dapat menjadi acuan perusahaan untuk mengestimasikan seberapa besar target yang akan diperolehnya di periode yang mendatang.

I.2 Rumusan Masalah
1.     Bagaimana Penghitungan Harga Pokok Produksi Bolang Baling

I.3 Tujuan Penelitian

1.      Untuk mengetahui Perhitungan Harga Pokok Produksi Bolang Baling

BAB II TEORI

II.1 Pengertian Harga Pokok  Produksi

            Harga pokok produksi (cost of good manufactured) adalah semua biaya yang untuk membuat satu unit barang jadi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik (Hanggana, 2008).
Dari pengertian tersebut di atas dapat diketahui bahwa didalam harga pokok produksi adalah jumlah dari pada produksi yang melekat pada produksi yang dihasilkan yaitu meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan mulai pada saat pengadaan bahan baku tersebut sampai dengan proses akhir produk, yang siap untuk digunakan atau dijual. Biaya-biaya yang dimaksud ini, biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overead. Selain itu dari definisi tersebut adalah dapat diketahui bahwa harga pokok produksi adalah nilai dari pengorbanan yang dilakukan dalam hubungannya dengan proses produksi berdasarkan nilai ganti pada saat pertukaran.

II.2 Pengertian Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan adalah harga barang yang  dijual. Penentuan harga pokok penjualan pada perusahaan industri, pada umunya pada persediaan awal produk jadi ditambah dengan jumlah harga produksi (harga pokok produk) dan dikurangi dengan persediaan akhir produk, jadi pengertian mengenai harga pokok penjualan ini, berdasarkan prinsip akuntansi Indonesia menjelaskan bahwa  Saldo awal dari persediaan ditambah harga pokok barang-barang yang dibeli untuk dijual dikurangi jumlah persediaan akhir adalah harga pokok barang yang harus dibandingkan pendapatan untuk masa yang bersangkutan, untuk perusahaan industri dalam harga pokok penjualan termasuk semua upah baru langsung dan biaya bahan-bahan ditambah seluruh biaya pabrik (produksi) tak langsung dikoreksi dengan jumlah-jumlah saldo awal dan akhir persediaan.

                                                                                                       
II.3 Manfaat Mengetahui Harga Pokok Produksi adalah:

1.      Untuk menghitung nilai persediaan barang jadi.
2.      Untuk menghitung harga pokok penjualan.
3.      Untuk dasar menentukan harga jual.
4.      Untuk menentukan penawaran harga jual suatu kontrak penjualan.
5.      Untuk memenangkan persaingan di pasar.










BAB III METODE PENCARIAN

III.1 Metode Penentuan Harga Pokok Produksi

1. Full Costing
Merupakan metode penentuan HPP yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam HPP, yang terdiri dari BBB, BTKL dan BOP (variable dan tetap). HPP yang dihitung dengan pendekatan fullcosting terdiri dari: 
BBB + BTKL + BOP (tetap dan variable) + BP + BAU.
Dengan demikian Harga Pokok Produksi menurut metode full costing adalah sebagai berikut:
Biaya Bahan Baku                                          xxxx
Biaya Tenaga Kerja Langsung                        xxxx
Biaya Overhead Variabel                                xxxx
Biaya Overhead Tetap                                     xxxx
Harga Pokok Produksi                                    xxxxx
2. Variable Costing 
Merupakan metode penentuan HPP yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variable ke dalam HPP, yang terdiri dari BBB, BTKL dan BOP. HPP yang dihitung dengan menggunakan metode variable costing terdiri dari: 
BBB + BTKL + BOP variable + BP variable + BAU variable + Biaya tetap
(BOP, BP dan BAU)
Dengan demikian Harga Pokok Produksi menurut metode full costing adalah sebagai berikut:

Biaya Bahan Baku                                          xxxx
Biaya Tenaga Kerja Langsung                        xxxx
Biaya Overhead Variabel                                xxxx
Harga Pokok Produksi                                    xxxx   



III.2 Kelebihan dan Kelemahan Metode Full Costing dan Metode Variabel Costing
·         Metode Full Costing 
      
            Kelebihan :             
1.      Menampilkan jumlah biaya overhead dengan sangat komprehensif sebab mengandung dua jenis biaya, yaitu overhead tetap dan variable.
2.      Metode ini mampu melakukan penundaan dalam beban biaya overhead ketika produk belum laku terjual di pasaran.
3.      Pembebanan biaya overhead atas barang yang belum terjual bisa dialihkan untuk mengurangi atau menambah harga pokok.
          
·         Metode Variable Costing

            Kelebihan :
1.      Dapat digunakan sebagai pengendali biaya karena memberikan semua biaya tetap dalam satu kelompok tersendiri. Sehingga manajemen dapat fokus pada perilaku biaya tetap ini. Disamping itu variable costing juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan harga jual jangka pendek.
            Kelemahan :
1.      Pemisahan biaya menjadi biaya variabel dan tetap sulit dilakukan karena suatu biaya sangat jarang benar-benar variabel atau benar-benar tetap.
2.      Metode ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip akuntansi.
3.      Naik-turun laba dikaitkan dengan perubahan dalam penjualan
4.       Karena biaya overhead pabrik dalam persediaan dan harga pokok persediaan tidak diperhitungkan, maka mengakibatkan nilai persediaan lebih rendah.
5.      Hal ini akan mengurangi modal kerja yang dilaporkan untuk keperluan analisa keuangan.

BAB IV PEMBAHASAN

IV.1 Peralatan Untuk Pembuatan Bolang Baling
1.      MEJA
2.      PISAU
3.      WAJAN
4.      KOMPOR
5.      GEROBAK
6.      GAS ELPIJI
7.      PLASTIK PEMBUNGKUS
8.      TELENAN KAYU



IV.2  Biaya Bahan Baku

NO


BAHAN

JUMLAH/
HARI

   BIAYA/HARI

BIAYA/BULAN













1.
TEPUNG TERIGU
2 Kg
Rp
18.000
Rp
540.000


2.
TELUR AYAM
5 Butir
Rp
12.500
Rp
375.000


3.
GARAM
2 Sdm
Rp
400
Rp
12.000


4.
SODA KUE
2 Sdm
Rp
1000
Rp
30.000


5.
GULA PASIR
400 Gr
Rp
7000
Rp
210.000


6.
          VANILI
       3 Bungkus
Rp
1.500
Rp
45.000


7.
      MARGARIN
       150 Gr
Rp
5000
Rp
150.000


8.
            WIJEN
       200 Gr
Rp
7000
Rp
210.000


9.
MINYAK GORENG
       1 Liter
Rp
11.100
Rp
333.000


10.
     RAGI INSTAN
      3 Gr
Rp
3000
Rp
 90.000




TOTAL BIAYA


Rp

66.500


Rp

1.995.000

















           



                                                             



IV. 3 Biaya Tenaga Kerja



















NO

JENIS BIAYA
JUMLAH PEKERJA

BIAYA/HARI

BIAYA/BULAN

1

PEMBUAT ADONAN

2

Rp
35.000 x 2orang
= Rp 70.000

Rp

2.100.000








IV . 4 Biaya Overhead Produksi



NO

JENIS BIAYA

JUMLAH/
BULAN

JUMLAH/
HARI

BIAYA/
BULAN
1
BIAYA LISTRIK
-
Rp
1500
Rp
45.000
2
BIAYA AIR
-
Rp
1000
Rp
30.000
3
BIAYA GAS ELPIJI
12 Kg
Rp
4500
Rp
135.000
4
BIAYA PLASTIK PEMBUNGKUS

20 Pack

Rp

4000

Rp

120.000



TOTAL BIAYA




Rp


11.000



Rp


195.000

IV. 5 Penghitungan Harga Pokok Produksi Per Pcs :

·         Total Harga                                 = Rp 66.500 + Rp 70.000 + Rp 11.000  = Rp 147.500
·         Jumlah Yang di hasilkan            = 300 Pcs
·         HARGA POKOK PRODUKSI  =                TOTAL HARGA
                                                          JUMLAH YG DI HASILKAN
                                                    = Rp 147.500 : 300
                                                    = Rp 491,6
·         HARGA  JUAL                         = Rp 500

BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Dalam menentukan harga jual, perusahaan hanya melakukan perhitungan harga jual berdasarkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan Biaya Overhead Produksi) serta menentukan harga jual agar perusahaan dapat menutup biaya per unit dengan menambahkan persentase (laba yang diharapkan) per unit.

V.2 Saran
Perusahaan harus terus menerus mengadakan pengawasan dan pengontrolan terhadap semua biaya - biaya yang terjadi agar harga pokok produksi dapat ditekan serendah mungkin agar dana yang ada dalam perusahaan dapat digunakan seefisien dan seefektif mungkin dalam arti tidak tetjadi pemborosan dana atau modal dalam pengoperasian perusahaan serungga tingkat rentabilitas perusahaan dapat meningkat.





























































































































































































































Komentar

Posting Komentar